Minggu, 22 Juli 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Mau Jadi Sekda Kota Bandung? Ikut Seleksi, Ini Syaratnya

Sabtu, 7 April 2018

Mau Jadi Sekda Kota Bandung? Ikut Seleksi, Ini Syaratnya
Humas.Bandung.go.id
KEPALA Bagian Humas Setda Kota Bandung, Yayan A. Brilyana.*

HumasBandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka seleksi terbuka untuk mengisi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung. Sejak Sekda terdahulu mengundurkan diri untuk mengikuti Pilwakot Bandung, sampai sekarang belum ada penggantinya. Saat ini jabatan Sekda masih dipegang oleh Penjabat Sekda, Dadang Supriatna.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Kota Bandung, Yayan A. Brilyana mengatakan, proses seleksi akan berlangsung mulai tanggal 6 April sampai 30 Mei 2018. Panitia seleksi diketuai oleh Deputi Bidang SDM Aparatur, Setiawan Wangsaatmaja.

Proses seleksi dimulai dengan tahap pengumpulan berkas yang berlangsung mulai tanggal 6 sampai 26 April 2018. Panitia akan menyeleksi berkas yang masuk hingga 27 April 2018. Tim akan menelusuri rekam jejak jabatan, moralitas, dan integritas sehingga bisa dinyatakan lulus secara administratif.

Proses selanjutnya para calon Sekda akan menjalani seleksi kompetensi bidang melalui uji gagasan tertulis pada tanggal 2 Mei 2018. Hasil ujian tertulis akan diumumkan pada 7 Mei 2018.

Peserta juga akan menempuh seleksi kompetensi manajerial pada tanggal 8-9 Mei 2018 dan hasilnya akan dipublikasikan pada tanggal 23 Mei 2018. Proses seleksi akan ditutup dengan wawancara akhir yang berlangsung pada tanggal 25-26 Mei 2018. Pengumuman tiga besar calon Sekda disampikan pada tanggal 30 Mei 2018.

Yayan mengungkapkan, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di lingkungan Pemkot Bandung, Pemerintah Kota/Kabupaten di Jawa Barat (Jabar), maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang memenuhi syarat berhak untuk mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi ini. Salah satu syaratnya adalah, memiliki pangkat sekurang-kurangnya Pembina Tingkat I Golongan/Ruang IV/b dan diutamakan memiliki pangkat Pembina Utama Muda Golongan/Ruang IV/c.

Pelamar juga harus pernah atau sedang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II B) atau Jabatan Fungsional Madya minimal selama dua tahun. Pelamar harus berusia maksimal 56 tahun per Juli 2018.

Untuk kualifikasi pendidikan, calon minimal berpendidikan S1/DIV yang relevan dengan jabatan sekretaris daerah. Kendati begitu, tim penilai akan memberikan bobot lebih kepada pelamar yang berpendidikan lebih tinggi dari S1.

Tak hanya itu, para pelamar juga harus memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan Jabatan Sekretaris Daerah secara kumulatif, minimal selama lima tahun serta telah mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II untuk peserta dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.

Hal yang tak kalah penting adalah, memiliki nilai minimal “baik” dalam semua unsur penilaian prestasi kerja dalam dua tahun terakhir dengan melampirkan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (PPKPNS) Tahun 2016 dan 2017. Pelamar harus memiliki rekam jejak jabatan, integritas, dan moralitas yang baik dan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin.

segala kriteria itu dirancang untuk mendapatkan calon pemimpin terbaik. Sebagai ibukota Provinsi Jabar, Kota Bandung haruslah memiliki sekretaris daerah yang teladan dan profesional.

“Sekretaris Daerah ini adalah nakhoda bagi seluruh ASN di Kota Bandung. Ia harus memiliki kemampuan manajerial di atas rata-rata serta mampu menjawab tantangan pemerintahan era masa kini. Apalagi sekarang kita sedang menghadapi proses Pilkada yang tentu membutuhkan energi ekstra. Kita perlu pemimpin terbaik,” jelas Yayan.

Yayan berharap rangkaian proses seleksi ini berjalan dengan lancar, sehingga mendapatkan Sekda terbaik untuk Kota Bandung.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR