Sabtu, 23 Juni 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Dukungan untuk Kampanye #PelajarBeraniMandiri

Rabu, 7 Maret 2018

Dukungan untuk Kampanye #PelajarBeraniMandiri
Humas.Bandung.go.id
KAMPANYE “PelajarBeraniMandiri mendapat sambutan positif dari siswa, guru, dan masyarakat.*

HumasBandung -Kampanye “PelajarBeraniMandiri di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (7/3/2018), mendapat sambutan positif dari siswa, guru, dan masyarakat. Sejak pukul 06.00 WIB, sudah banyak anak yang berjalan kaki dari arah Taman Sejarah, Polrestabes Bandung, dan Jalan Aceh.

Beberapa di antaranya berjalan bersama teman-temannya. Rona bahagia terpancar dari wajah-wajah mereka. Di antaranya, Unga dan Rifa, Siswa kelas 5 SDN 113 Banjarsari. Pada pukul 06.30 keduanya bersama-sama diantar oleh orang tuanya sampai Jalan Aceh. Mereka lantas berjalan kaki melewati trotoar Jalan Merdeka. Keduanya mengaku senang bisa berjalan kaki untuk pertama kalinya ke sekolah. “Senang banget, seru. Jadi lebih mandiri,” ujar Unga.

Meskipun baru pertama kali, ia menyatakan tidak takut saat tidak lagi diantar orang tua sampai di depan sekolah. “Nggak takut aja. Karena banyak polisi,” timpal Rifa.

Tak hanya dirasakan oleh para siswa, manfaat berjalan kaki juga dirasakan oleh para guru. Salah satunya adalah Siti Barkah (42), guru SDN 113 Banjarsari yang juga untuk pertama kalinya ikut berjalan kaki dari Jalan Aceh, meninggalkan kendaraan pribadinya di rumah.

“Barusan saya juga coba jalan kaki dari sana enak, lihat suasananya beda, banyak yang jalan kaki, di sini biasanya macet, sekarang sudah lumayan lancar, mudah-mudahan bisa lanjut terus,” ujarnya.

Sementara itu, sambutan positif juga diterima oleh pihak sekolah dan para orang tua. Novi (33) guru Sekolah Santa Angela menuturkan, tidak ada komplain negatif dari orang tua kepada sekolah. Meskipun sempat bingung, tetapi pihak sekolah bisa merespon dengan cepat dan baik.

“Awalnya agak kaget, kami juga agak bingung bagaimana tekniknya apakah akan sulit, takut anak akan berceceran. Jadi di pihak sekolah kami sudah menyusun rencana, beberapa guru sudah dibagi ke beberapa titik untuk mengumpulkan anak-anak. Jadi kayaknya sih kalau begini bisa dibilang lancar. Tapi setiap orang kan masih adaptasi,” jelasnya.

Orang tua siswa juga sangat mendukung positif program pemerintah ini. Dani (45) mengaku tidak keberatan mengantar anak tidak sampai depan sekolah. Anaknya yang duduk di kelas 7 SMP Santa Angela pun merasa senang bisa punya kesempatan berjalan kaki ke sekolah.

Hal senada diungkapkan Budi Agung (42) warga Cibolerang yang menurunkan anaknya di Plaza Balai Kota Bandung. Ia setuju jika ada peran pemerintah untuk mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Merdeka. Bahkan jika ada kajian lebih lanjut tentang program ini, ia ingin para orang tua juga dilibatkan.

“Sebetulnya menurut saya memang bagus cuma mungkin perlu dilibatkan orang tua dalam hal penanganan kemacetan. Saya pikir yang jadi perhatian kita sebagai orang tua adalah keselamatan pada saat menurunkan si anak,” terangnya.***

 


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait