Rabu, 26 September 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita
Konferensi Zero Waste City

Menggagas Kota Tak Bersampah

Senin, 5 Maret 2018

Menggagas Kota Tak Bersampah
Humas.Bandung.go.id
Pjs Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin saat membuka Internasional Zero Waste City Conference (IZWCC) di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung , Senin (5/3/2018).*

HumasBandung – Untuk mewujudkan Kota Bandung sebagai kota dengan zero sampah, mindset masyarakat perlu diubah, dari yang biasanya membuang sampah menjadi mengelola sampah. Demikian disampaikan Pjs Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin saat membuka Internasional Zero Waste City Conference (IZWCC) di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung , Senin (5/3/2018).

Dikatakan, untuk mengurangi sampah, perlu adanya kesadaran dari masyarakat. Masyarakat perlu disadarkan bahwa sampah juga bisa dikelola untuk mewujudkan kota zero sampah.

“Agar Kota Bandung menjadi zero sampah, mindset masyarakat harus diubah mulai dari sekarang. Di rumah, kita juga harus memilah dan memilih sampah, sehingga lingkungan bersih dan masyarakat sehat," ujarnya.

Diungkapkan Solihin, pengelolaan sampah meliputi kegiatan sistematis, sesuai yang diamanatkan oleh Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pengelola sampah harus menyeluruh dan berkesinambungan meliputi upaya pengurangan dan penanganan sampah.

"Hal ini menjelaskan bahwa pengelolaan sampah itu dari kumpul, angkut dan buang itu menjadi pengurangan sampah di sumber (Reduce at Source) dan daur ulang sumber daya," kata Solihin.

Menurutnya, pendekatan yang tepat untuk menggantikan pendekatan End of Pipe System atau mengelola limbah yang terbentuk, yaitu dengan mengimplementasikan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). "Dengan itu kewajiban produsen dalam pengurangan sampah yaitu mengelola dan memanfaatkan sampah menjadi sumber daya," katanya.

Solihin menyambut baik penyelenggaraan edukasi zero waste tersebut. Kegiatan tersebut memberikan informasi bagaimana menerapkan konsep kota dalam mendaur ulang sampah yang berdampak pada zero waste.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, lanjutnya, telah lama menerapkan program Bandung Resik dalam kaitannya dengan pengelolaan sampah. Implikasi dari program tersebut bukan hanya terciptanya lingkungan yang bersih, nyaman dan bebas sampah, juga diharapkan menjadi pendorong untuk bisa mempertahankan piala Adipura yang selama tiga tahun diraih kota Bandung.

"Dalam upaya tersebut, Pemkot Bandung memiliki program penanganan sampah berkelanjutan, salah satunya Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang dilaksanakan secara rutin oleh tim Gober (Gorong-gorong Bersih) di 30 kecamatan," tuturnya.

Solihin mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan terus membangun kesadaran bersama dalam mengatasi permasalah sampah. Termasuk menjadikan zero waste sebagi gaya hidup masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah IZWCC 2018, Ria Ismaria mengatakan, kegiatan ini diadakan dalam rangka gerakan tiga bulan bebas sampah dan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018.

“Perlu ada solusi yang serius bagi masalah sampah. Namun, pada saat yang sama, solusi itu harus menciptakan sumber daya bagi pembangunan kota. Maka, acara ini akan menghadirkan perspektif baru bagi para pengambil kebijakan kota dalam mengelola sampah yang terintegrasi melalui peningkatan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Melalui penerapan zero waste dan model circular economy, tambahnya, konsep pembangunan kota ini dapat menjadi solusi menarik bagi para pemimpin dan pengambil kebijakan di Indonesia. Zero waste atau nol sampah adalah filosofi yang mempromosikan pengelolaan daur hidup material sehingga semua produk dapat digunakan kembali. Menitikberatkan pemanfaatan dan penggunaan kembali sumber daya alam secara berkelanjutan. Dalam circular economy, model ekstraktif yang berkutat pada aktivitas ambil-buat-buang telah ditinggalkan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh AZWI yang bekerja sama dengan Direktorat Jendral Pegelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta berkolaborasi dengan Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, dan Pemkab Bandung.

Pada Senin (5/3/2018), kegiatan dilaksanakan di Papandayan Hotel dengan agenda kegiatan pemaparan oleh Flore Berlibger sebagai Zero Waste France Director terkait "Adopting Zero Waste Towards a Circular Economy.. Dilanjutkan dengan Asian Cities In Action oleh Benedict Jasper Lagman, City Of Dan Fernando City Councilor (Philippines), K. Vasuki (Thiruvananthapuram city, India) dan Pratibha Sharma (GAIA India). Selain itu ada juga talkshow mengenai Corporate Initiatives oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung M. Salman Fauzi dan M. Satori.***

 


Kata kunci:
zero wastenol sampah

BAGIKAN

BERI KOMENTAR