Sabtu, 23 Juni 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita
Perbaiki Sistem Drainase

Pemkot akan Bangun Kolam Retensi di Sirnaraga

Kamis, 1 Maret 2018

Pemkot akan Bangun Kolam Retensi di Sirnaraga
Humas.Bandung.go.id
KEPALA Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Arief Prasetya.*

HumasBandung – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mencegah dan menangani banjir yang masih terjadi di beberapa titik pada musim hujan, salah satunya dengan memperbaiki sistem drainase. Perbaikan dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya membangun kolam retensi.

Keberadaan kolam retensi untuk menggantikan peran lahan resapan yang dijadikan lahan tertutup/perumahan/perkantoran. Fungsi kolam ini adalah sebagai pengendali banjir dan penyalur air dengan menampung air hujan langsung dan aliran dari sistem untuk diresapkan ke dalam tanah.

Setelah membangun kolam retensi Sarimas di Arcamanik, kini Pemkot sedang menyiapkan pembangunan kolam retensi Sirnaraga. Untuk pembangunannya, Pemkot telah menganggarkan dana sebesar Rp 10 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Arief Prasetya dalam kegiatan Bandung Menjawab yang diadakan Bagian Humas Kota Bandung, Kamis (1/3/2018), di Ruang Media Balai Kota, mengatakan, Kota Bandung sudah mempunyai sistem drainase yang cukup baik. Hanya saja, sistem drainase peninggalalan zaman kolonial tersebut, disiapkan untuk 800.000 jiwa penduduk Kota Bandung pada masa itu.

“Dari mulai hulu ada penampungan di beberapa tempat sampai di Karang Setra, di Taman Maluku, dan sebagainya. Fungsinya sama, seperti rem air. Tapi sekarang, penduduk sudah tumbuh sampai 2,4 juta jiwa. Maka kita perlu membangun sistem baru,” kata Arief.

Pembangunan sistem drainase ini dilakukan secara bertahap, mengingat biaya yang digunakan akan sangat besar. Pembangunannya dicicil sesuai skala prioritas, sehingga pembiayaan akan lebih ringan.

Arief menuturkan, secara makro DPU sudah berdiskusi dengan berbagai pihak tentang penanganan banjir. “Salah satu solusinya, kami akan membuat kolam retensi di Sirnaraga. Diharapkan hasilnya bisa menahan run off,” ujarnya.

Kolam retensi Sirnaraga akan dibangun di lahan seluas 500 meter persegi dan diperkirakan mampu menampung hingga satu juta liter air. Nantinya akan ada empat kolam yang dirancang seperti bejana berhubungan, sehingga ketika satu kolam penuh, maka air akan mengalir dan mengisi kolam lainnya.

“Kolam Sarimas di Arcamanik juga untuk menahan air dari utara yang vegetasinya juga sudah cukup menurun,” katanya.

Sungai Cikapundung
Selain membangun kolam retensi, Arief mengungkapkan, upaya pencegahan banjir dilakukan dengan mengaktifkan cucu-cucu Sungai Cikapundung. Selama ini ada 46 anak Sunagi Cikapundung yang mengalir di Kota Bandung.

“Kita terus mengkaji gagasan tersebut. Kita ingin menghitung ulang manajemen perairan ini, berapa basement air dan kolam air yang dibutuhkan. Cucu sungai mana yang bisa kita manfaatkan untuk mendukung ini. Yang perlu kita pertimbangkan adalah, jangan sampai cucu air ini justru menimbulkan persoalan baru,” terangnya.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait