Sabtu, 15 Desember 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

#PelajarBeraniMandiri Atasi Macet di Sekolah

Kamis, 1 Maret 2018

#PelajarBeraniMandiri Atasi Macet di Sekolah
Humas.Bandung.go.id
RELAWAN Komunitas Bandung Ecotransport, Hendro Talenta saat memberikan keterangan pada acara Bandung Menjawab yang diselenggarakan Bagian Humas Kota Bandung di Ruang Media Balai Kota, Kamis (1/3/2018).*

HumasBandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerja sama dengan Komunitas Bandung Ecotransport akan menggelar kampanye #PelajarBeraniMandiri. Kampanye yang dimulai pada 7 Maret 2018 ini, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang terjadi di sejumlah sekolah di Kota Bandung.

Kampanye #PelajarBeraniMandiri akan berlangsung selama tiga bulan. Menurut relawan Komunitas Bandung Ecotransport, Hendro Talenta, kampanye yang pelaksanaannya dibantu oleh organisasi internasional asal Belanda, Hivos, ini akan mengajak pelajar mengatasi kemacetan di sekitar sekolahnya dengan mau berjalan kaki dari titik pengantaran sampai ke sekolah.

“Antrean panjang kendaraan menjadi pemandangan yang umum di Jalan Merdeka di pagi hari. Pasalnya, banyak orang tua siswa pengguna kendaraan pribadi yang mengantarkan anak-anaknya sekolah. Tercatat ada empat sekolah di sepanjang jalan itu, yakni SDN 113 Banjarsari, Sekolah Santa Angela, Sekolah Santo Yusup, dan SDN Merdeka,” ungkap Hendro pada acara Bandung Menjawab yang diselenggarakan Bagian Humas Kota Bandung di Ruang Media Balai Kota, Kamis (1/3/2018).

Hendro menuturkan, sekitar 80% anak-anak sekolah di kawasan tersebut diantarkan oleh orang tuanya menggunakan kendaraan pribadi. Maka tak heran kepadatan lalu lintas kerap terjadi di titik itu.

“Melihat kondisi tersebut, Pemkot Bandung dan Bandung Ecotransport tidak bisa membiarkannya. Kami berkolaborasi dan akhirnya lahir inovasi untuk mengatasi masalah tersebut melalui kampanye #PelajarBeraniMandiri,” katanya.

Dalam kampanye ini, lanjut Hendro, tim relawan telah berkoordinasi dengan setiap sekolah untuk bisa mengimbau orang tua agar mengantarkan anaknya tidak sampai depan sekolah. “Kita siapkan enam titik drop-off di Taman Sejarah, Plaza Balai Kota Bandung, Merdeka Arcade FO, Circle K Jalan Aceh, CIMB Niaga Jalan Lembong, dan Halaman Polrestabes Bandung. Nantinya akan ada tim yang terdiri dari guru, relawan, kewilayahan, dan polisi berjaga di sana,” jelas Hendro.

Di titik-titik yang sudah disediakan, para pengantar hanya menurunkan penumpang saja, tidak diperkenankan untuk parkir. Dari sana, para relawan yang akan mengantar anak-anak dengan berjalan kaki ke sekolahnya masing-masing.

Selain untuk membiasakan anak-anak berjalan kaki ke sekolah, kampanye tersebut juga akan dimanfaatkan oleh relawan untuk pengumpulan data. Data tersebut akan diolah untuk mengukur dampak dari kampanye itu.

“Dari sekarang kita sudah buat data awal. Nanti akan ada perbandingan apakah ada peningkatan kualitas udara dan ada penurunan kemacetan? Pengumpulan data ini kami dibantu oleh Hivos,” jelasnya.

Kampanye #PelajarBeraniMandiri mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Bagi Dishub, kampanye ini menjadi kesempatan untuk mengetahui kelayakan infrastruktur jalanan.

“Nanti Dishub akan bisa melihat, apakah ada titik trotoar yang perlu diperbaiki, atau zebra cross ada yang perlu ditambah,” ujar Hendro.

Hendro berharap, selain bisa meningkatkan kesadaran untuk berjalan kaki di jarak yang dekat, infrastruktur bagi pejalan kaki juga bisa ditingkatkan. Hal itu penting agar konsep mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan bisa dilakukan bersama-sama antara masyarakat dengan pemerintah.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR
Terkait