Senin, 24 September 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

4 Pasar Tradisional Direvitalisasi

Kamis, 1 Maret 2018

4 Pasar Tradisional Direvitalisasi
Humas.Bandung.go.id
DIRUT PD Pasar Bermartabat, Ervan Maksum.*

HumasBandung - Untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional yang ada di Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung saat ini sedang merevitalisasi empat pasar, yaitu Pasar Cihaurgeulis, Kiaracondong, Sederhana, dan Pasar Anyar. Revitalisasi diharapkan akan menghadirkan pasar tradisional yang nyaman, bersih, dan aman.

Demikian disampaikan Pjs Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin saat meninjau Pasar Kosambi, Kamis (1/3/2018). Dikatakan, revitalisasi antara satu pasar dengan lainnya berbeda-beda, sesuai dengan kondisi pasar.

Selama pasar dalam proses revitalisasi, Solihin minta supaya kebersihan dan keamanannya tetap dijaga. "Contoh Pasar Cihaurgeulis yang berada di pinggir jalan, harus dijaga tetap kondusif, baik lingkungan maupun kegiatan jual belinya," ungkapnya.

Sementara itu Dirut PD Pasar Bermartabat, Ervan Maksum mengatakan, hingga bulan Maret pengerjaan revitalisasi empat pasar tersebut sudah sekitar 80 persen. Pengerjaan diharapkan tepat waktu, sehingga warga maupun pedagang dapat segera memanfaatkan pasar dengan kondisi yang nyaman, aman, dan bersih.

Ervan menyebutkan, Pasar Astana Anyar yang sedang direvitalisasi, merupakan sentra penjualan baso di Kota Bandung. Di pasar ini ada 109 pedagang ikan dan daging.

"Tak hanya harganya murah, nantinya para pedagang akan menempati los yang higienis, sehingga pembeli nyaman untuk datang," katanya.

Sedangkan Pasar Sederhana, ungkap Ervan, revitalisasi diharapkan akan menarik PKL yang berada di luar untuk masuk ke dalam pasar. Saat ini ada 120 PKL yang berjualan di luar dan mereka akan dimasukkan ke dalam pasar.

"Selain nyaman untuk pedagang, kami juga membuat pasar ini nyaman untuk pembeli. Di Pasar Sederhana akan dibangun taman, sehingga ada ruang terbuka untuk warga berinteraksi," ujarnya.
Untuk Pasar Kiaracondong, Ervan menuturkan, pengerjaan revitalisasi sedang berjalan. Jangka waktu revitalisasi selama lima bulan.

Menurut Ervan, selama pembangunan revitalisasi para pedagang pun diberikan tempat tidak terlalu jauh dari pasar yang biasa mereka berdagang. "Selama revitalisasi berjalan, roda ekonomi tetap berjalan. Sehingga perekonomian mereka (pedagang) tetap mengalir. Selain itu, dalam momentum revitalisasi pun kami memasukkan PKL yang biasanya di luar menjadi masuk ke dalam pasar," katanya.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR