Rabu, 26 September 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita
Program Normalisasi Sungai Citepus

Solusi Atasi Banjir di Kawasan Pagarsih

Selasa, 13 Februari 2018

Solusi Atasi Banjir di Kawasan Pagarsih
Humas.Bandung.go.id
WALI Kota Bandung, M. Ridwan Kamil meresmikan Program Normalisasi Sungai Citepus Pagarsih di Jl. Pagarsih, Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Rabu (13/02/2018).*

HumasBandung – Pembangunan basement air berupa gorong-gorong raksasa di kawasan Pagarsih, Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler akhirnya selesai. Basement air yang diharapkan dapat mengatasi banjir di kawasan tersebut, diresmikan oleh Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil, Selasa (12/3/2018).

Basement air yang dibangun sejak tahun 2017 tersebut, pengerjaannya menelan anggaran Rp 11 miliar. Mempunyai lebar 5 meter dan panjang 22 meter, basement air dirancang untuk menampung luapan air dari Sungai Citepus yang selama ini kerap merendam kawasan sekitar Jalan Pagarsih.

Wali Kota M. Ridwan Kamil saat meresmikan basement air mengatakan, pembangunan basement air merupakan bagian dari Program Normalisasi Sungai Citepus Pagarsih. Pembangunan ini merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menanggulangi masalah banjir di Kota Bandung. Salah satu upaya penanggulangan masalah banjir, dengan melakukan penanganan secara serius terhadap sumber masalahnya melalui normalisasi sungai.

Sungai Citepus merupakan salah satu sungai yang melintas di tengah Kota Bandung. Untuk menambah kapasitas daya tampung sungai supaya airnya tidak meluas saat musim hujan, pemkot melakukan program normalisasi. Cara ini sekaligus sebagai upaya pemeliharaan dan pelestarian lingkungan.

Program normalisasi perlu dilakukan karena ternyata untuk mempertahankan daya tampung sungai, tidak hanya dilakukan dengan cara merawat dan membersihkan sampah yang ada. Tetapi juga perlu dilakukan perubahan total terkait struktur dan kontur aliran airnya.

Basement air diharapkan bisa mengatasi masalah banjir akibat meluasnya Sungai Citepus. Musibah banjir terbesar terjadi tahun 2016 dan 2017, ketika sebagian Jalan Pasteur sampai Jalan Pagarsih dan Jalan Jamika terendam air luapan Sungai Citepus.

Program Normalisasi Sungai Citepus merupakan awal dari penanganan secara seksama 45 sungai lainnya yang membelah Kota Bandung. Kondisi umum sungai-sungai tersebut sangat mengkhawatirkan akibat pemanfaatannya tidak berjalan pararel dengan upaya melestarikannya.

Wali Kota berharap, Program Normalisasi Sungai Citepus akan dilanjutkan ke sepanjang badan dan aliran sungai ini, juga ke sunga-sungai lain yang ada di Kota Bandung.***

 


Kata kunci:
solusibanjirpagarsih

BAGIKAN

BERI KOMENTAR