Senin, 24 September 2018 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Berita

Pembangunan Berkeseimbangan di Kota Bandung

Sabtu, 13 Januari 2018

Pembangunan Berkeseimbangan di Kota Bandung
HumasBandung.go.id
WAKIL Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.*

HumasBandung - Keberhasilan Pembangunan sejatinya tetap mengedepankan aspek keseimbangan antara fisik dan non fisik. Karena itulah Kota Bandung pun berkomitmen untuk terus melahirkan program-program pembangunan non fisik.

Seperti diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, sejak awal dilantik dirinya pun fokus dalam mengembangkan program-program pembangunan mental spiritual mulai dari Jumat Keliling (Jumling), Subuh Berjamaah, Pembinaan Qari dan Qariah, serta berbagai program lainnya.

"Sejak awal dilantik, saya punya program namanya Jumling (Jumat Keliling). Jumling saya lakukan sejak saya dilantik sampai sekarang, tidak pernah absen keliling Jumatan ke masyarakat, dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Kalau semua kecamatan sudah didatangi, kembali lagi ke kecamatan pertama. Ini bagian dari upaya pembangunan keseimbangan bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Oded, dalam kegiatan Jumat Keliling tersebut, selepasnya juga dilaksanakan program Ngabandungan yang merupakan upaya menyerap aspirasi dari masyarakat. "Program Ngabandungan yang dirangkaikan dengan Jumling, merupakan momen di mana pimpinan mendengar bagaimana suara masyarakat. Biasanya saya membawa teman-teman dari SKPD. Alhamdulillah, ketika masyarakat menyampaikan aspirasinya terkait dengan program-program pelayanan publik, bisa langsung dieksekusi solusinya. Ini lebih efektif. Kalau tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat, maka akan dimasukkan ke program tahun berikutnya,” paparnya.

Oded menambahkan, Pemkot Bandung juga memiliki program Subuh Berjamaah dan Magrib Mengaji. Hal ini merupakan inovasi untuk mencetak generasi-generasi islami yang memiliki pondasi kuat.

"Agama itu yang paling berkesan kebangkitan semangat pemuda mendekati masjid, itu fenomena 2017, saya harus berterimakasih kepada ulama dan kelompok pemuda. Subuh berjamaah favorit saya, karena kuncinya di situ. Untuk Magrib Mengaji sudah bagus, masjid yang menyelenggarakannya sudah naik menjadi tiga ribu masjid dari empat ribu masjid yang ada. Bahkan di beberapa wilayah, yang mengajinya orang tua karena tidak semua masjid ada jamaah anak-anaknya," terangnya.

Persoalan menyisihkan rezeki, penetrasi Pemkot Bandung kepada para PNS lewat zakat juga turut membuahkan hasil signifikan di tahun 2017 ini. "Perolehan zakat dari PNS naik lima kali lipat, dari Rp enam miliar menjadi Rp 30 miliar setahun. Hal ini berkat dua hal, yaitu Surat Edaran Wali Kota yang memotong langsung zakat PNS dari gaji dan adanya aplikasi mobile zakat, jadi bisa nyumbang lebih banyak ke masjid," ulas dia.

Oded menambahkan, ada hal yang harus dikembangkan ke depan dalam kaitannya dengan pembangunan keagamaan di Kota Bandung. Bagaimana menguatkan silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Dalam arti bagaimana membangun kolaborasi dengan mereka. Sekarang sudah dilakukan tetapi belum maksimal karena belum diformalkan,” katanya.

Menurutnya, pemimpin tugasnya mengedukasi masyarakat, mengarahkan masyarakat menjadi orang yang saleh dan salehah yang ujung-ujungnya bertakwa. "Ini tidak bisa dilakukan hanya pemerintah saja, tetapi semua komponen diantaranya pemuka agama dan tokoh masyarakat. Pertemuan ini untuk memberikan arah yang sama dalam membangun masyarakat dari sisi keagamaan. Supaya mereka juga merasa dilibatkan," tegasnya.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR