Selasa, 26 Mei 2020 | Humas.Bandung.go.id Tentang Kami ‧ Kontak Kami
Artikel
Syiar Ramadan

Tawadhu

Rabu, 20 Mei 2020

Penulis: H. Oded M. Danial

HumasBandung - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Bandung Raya (16 Maret - 21 April) dan PSBB Jawa Barat (22 April - 7 Mei) belum dapat menekan penyebaran virus Corona ke angka nol. Sampai 7 Mei yang merupakan batas akhir PSBB Jawa Barat, rata-rata warga positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Covid-19 berdasarkan data di Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung, mencapai 6,35 orang per hari.

Penyebaran virus Corona begitu massif, cepat, dan pada saat yang sama para ahli belum menemukan obatnya, sehingga upaya memutus mata rantai persebarannya harus dilakukan secara serentak dan massal.

Setiap orang dituntut patuh pada anjuran pemerintah untuk diam, belajar, atau bekerja di rumah; menghindari kerumunan; menggunakan masker saat keluar rumah; tidak bepergian jauh atau mudik; mencuci tangan dengan memakai sabun setelah melakukan berbagai aktivitas; serta mengikuti protokol kesehatan dalam situasi apa pun.

Berkaca kepada negara-negara yang dinilai berhasil mengatasi corona, maka kata kuncinya adalah kedisiplinan setiap warga, yang pada hakekatnya menghentikan pertumbuhan orang terjangkit sekaligus memberi keleluasaan tenaga medis melakukan perawatan pasien positif Covid-19.

Mereka menyadari dan menghormati keputusan pimpinannya yang menerapkan kebijakan PSBB tanpa banyak perdebatan, sehingga upaya-upaya penanggu-langan bisa dilakukan secara fokus dan efektif.

Kata kunci kedisiplinan dalam islam adalah tawadhu, yakni rendah hati, tidak sombong, tidak angkuh, tidak besar kepala, dan tidak takabur. Tawadhu terkait dengan kemampuan mengukur pengetahuan dan kemampuan diri sendiri yang merasa tidak lebih tinggi dibanding orang lain.

Tawadhu membuat seorang tunduk kepada kebenaran yang disampaikan ahli dalam bidangnya, baik pemerintah maupun ulama yang diwadahi Majaleis Ulama Indonesia (MUI). Sikap tawadhu melihat PSBB sebagai upaya strategis dalam menangkal penyebaran virus, yang tentunya sudah diperhitungkan secara cermat.

Apalagi para pembuat kebijakan adalah orang-orang yang memiliki kompetensi, tanggung jawab dan kredibilitas yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga sudah selayaknya diikuti oleh masyarakat. Bahkan presiden dan gubernur sebagai pembuat kebijakan utama insyaallah merupakan orang-orang beriman yang seharusnya diikuti anjurannya.

Allah berfirman, "Dan berendah dirilah (tawadhu) kamu terhadap orang-orang yang beriman." (QS Al-Hijr: 88).

Sikap tawadhu ini juga bahkan diwajibkan kepada para pemimpin di berbagai tingkatan seperti dijelas-kan pada Surat Asy-Syu’araa’ ayat 215, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman”.

Oleh karena itu tawadhu atau kerendahan hati karena Allah bukanlah kehinaan, tetapi justru sebagai sikap meraih kemuliaan dan keselamatan dunia akhirat, seperti dijelaskan dalam Surat Al-Furqan ayat 63, “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan”.

Nabi SAW berkata, “Tidak akan masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar zarrah”. (HR. Muslim).

Mudah-mudahan sifat tawadhu menjadi bagian dari diri kita, yang senantiasa menjaga hati dan pikiran agar selalu berada di jalan Allah. Sifat ini juga diharapkan memotivasi untuk terus menambah ilmu agar lebih memahami segala kekurangan dan menempatkan diri dalam ling-kungan secara proporsional.

Kita juga berharap bisa berkon-tribusi sekecil apa pun terhadap pengurangan angka terjangkit dan bahkan menanggulangi Covid-19 hingga tuntas, dengan memberi keleluasaan kepada tenaga medis melaksanakan tugasnya secara maksimal.

Cibuntu penghasil tahu
Ampasnya masih berguna
Mari tumbuhkan sifat tawadhu
Agar hidup lebih bermakna

Belajar bisnis agar mandiri
Mengelolanya haruslah cerdik
Mari tingkatkan kualitas diri
Untuk hidup yang lebih baik.***



BAGIKAN

BERI KOMENTAR